Tiba-tiba muncul untuk sebuah kata yang memojokkan nama BONDOL sebagai nama yang terpilih. Sebuah harapan besar, agar suatu saat nanti BONDOL dapat menjadi segerombolan manusia yang berguna bagi kelestarian lingkungan. BONDOL adalah nama yang terpilih dari sekian nama, mulai dari OWL, CAWU, GEMAK, EMPRIT dan DERUK. Sungguh memilih nama BONDOL ini bagaikan memilih nama untuk sebuah bayi. Bayi yang benar-benar diharapkan orang tuanya untuk menjadi manusia dewasa yang berguna dan bermanfaat bagi orang-orang dan lingkungannya. Inilah BONDOL...
| Gambar 1. BONDOL-BONDOL ini ingin terbang seperti PECUK |
Perkenalkan, kami adalah BONDOL kelompok studi burung yang tinggal di Darul 'Ulum sebagai pusat kami untuk menuntut ilmu. Sementara ini dibuat atas kehendak diri sendiri, sebelum nama ini terpakai dan sebelum nama ini dilupakan. Kelompok Studi Burung ini dibentuk atas dasar warisan semangat dari kakek PECUK yang tinggal di Surabaya. Jika PECUK mempunyai visi untuk menciptakan masyarakat yang peduli terhadap kelestarian burung dan habitatnya, maka si BONDOL hanya punya sebuah mimpi sederhana semoga kelak BONDOL mampu menciptakan generasi-generasi muda yang peduli terhadap kelestarian burung dan habitatnya.
![]() |
| Gambar 2. Ini Sarang BONDOL (disinilah kami akan berbagi kehidupan dengan Tyto alba) |
Pada intinya keberadaan keluarga Tyto alba di sekolah inilah yang memberikan motivasi kepada saya untuk membuat sarang BONDOL disini. MTs Darul 'Ulum Muhammadiyah Galur -Kulon Progo- (sekitar 5 km dari Trisik), disitulah BONDOL bersarang.
| Gambar 3. Semoga nantinya mereka menjadi BONDOL |
Inilah mimpi-mimpi sederhana dari seorang kakek yang tak ingin pupus sampai di sini saja. Jauh bukan berarti tidak dapat dijangkau. Dekat bukan berarti jalan yang mudah. Semua hal butuh proses, dan ini adalah salah satu proses. Selain itu, untuk tumbuh dewasa, BONDOL butuh banyak doa, dukungan dan dorongan dari semua pihak. Semoga nantinya BONDOL kan dapat tumbuh dewasa yang terbang bebas bagaikan elang BONDOL, biarpun kami tetap sebagai BONDOL.
Salam Lestari, Salam Konservasi...
