Translate

Senin, 23 Juni 2014

Puisiku




GEMPA
karya Anisa N.R.


Oh gempa………..!

Goncanganmu yang sangat dahsyat

Goncanganmu yang sangat elok

Membuatku terpesona

Terpesona kepada ciptaan allah

                                   Gempa adalah bencana alam

                                   Yang membuat bumi bergoncang

                                   Yang membuat ketakutan para manusia

                                   Yang akhirnya kini tinggal meratap kesedihan

                                   Yang kini kehidupan telah sirna

                                   Kesengsraan telah melanda

Seperti apalah manusia

Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya

Tak ada kesempatan untuk memohon

Mereka bingung,bingung dan bingung

Seperti padi yang diintri

                                        Apakah ini sebagai tanda peringatan….?

                                        Peringatan bagi kita

                                        Untuk selalu ingat padaNya



 

                                                                                         

Rabu, 11 Juni 2014

WISUDA TAHFIDZUL QUR’AN MTS DARUL ULUM MUHAMMADIYAH GALUR


Pada hari Senin, 26 Mei 2014 lalu, Murtinah, S.Pd.M.A. kepala MTs Darul ‘Ulum Muhammadiyah Galur mewisuda 64 Tahfidzul Qur’an angkatan kedua.Tahfidzul Qur’an yang diwisuda meliputi penghafal juz 30, juz 29 dan juz 1. Siswa/siswi yang diwisuda merupakan kelas VII dan VIII tahun pelajaran 2013/2014.
Program hafalan ini dimulai tahun pelajaran 2011/2012 dengan mewajibkan seluruh siswa MTs DUagar lulusminimal hafal juz 30 (Juz ‘Amma). Setiap minggu, siswa diharuskan menyetorkan hafalannya kepada guru pengajar. Sehingga setiap minggunya, ada 2 jam pelajaran khusus untuk hafalan.Setelah dilaksanakan selama 2 Tahun, ternyata program ini mengalami peningkatan yang luar biasa. Hal ini ditunjukkan pada wisuda angkatan pertama yaitu akhir tahun pelajaran 2012/2013 hanya 32 tahfidz yang diwisuda yang terdiri atas1 tahfidz juz 29 dan 31 tahfidz juz 30.
Pelaksanan wisuda dihadiri oleh Kepala Seksi Ketenagaan Kantor Wilayah Kementerian Agama WilayahImam Khoiri, S.Ag., Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Muhammad, M.Ag., Camat Kecamatan Galur Latnyana, S.Ag. M.M. M.A.P. serta dihadiri beberapa komponen pemerintahan lainnya. Orang tua wisudawan/wisudawati juga turut diundang dalam acara tersebut.




Pada sambutan yang disampaikan Kepala Madrasah,MTs DU akan mengembangkan madrasah dengan keberanian seperti yang tuturkan Bapak Imam Khoiri, S.Ag. dan harus berani bermimpi seperti yang disampaikan Ahmad Muhammad, M.Ag. Dua modal tersebut ternyata benar-benar menjadi sebuah motivasi untuk menciptakan sebuah madrasah yang unggul dalam segala bidang. Sebagai penutup dalam sambutan beliau, target yang ingin dicapai selanjutnya siswa/siswi MTs DU nantinya lulus dan menjadi penghafal Al Qur’an 5 juz.

MTs DU siap melakukan perubahan sehingga nantinya madrasah dapat menjadi harapan besar bagi masyarakat.Pada tahun pelajaran 2014/2015, MTs DU menerima 4 kelas untuk kelas regular, boarding school, unggulan dan fullday. Mutu dan kualitas pendidikan juga akan terus ditingkatkan,baik berprestasi secara akademik maupun non akademik.

Rabu, 26 Maret 2014

Herbarium Tanaman Rimpang

Herbarium merupakan koleksi spesimen tumbuhan yang diawetkan. Berdasarkan metode pengawetannya, herbarium dibagi menjadi dua macam, yaitu herbarium basah dan herbarium kering. Herbarium basah biasanya diawetkan dengan cara merendam spesimen dalam alkohol. Sedangkan herbarium kering dilakukan dengan pengeringan spesimen, sehingga tidak lagi mengandung kadar air. Fungsi utama dari herbarium adalah sebagai koleksi dan menjadi referensi dalam mengidentifikasi tumbuhan. 

Pengenalan materi tentang keanekaragaman makhluk hidup memang sudah disampaikan mulai kelas VII SMP/MTs. Akan tetapi, pada kesempatan kali ini Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MTs Darul 'Ulum Muhammadiyah Galur melakukan praktek untuk membuat herbarium. Praktek pembuatan herbarium bermaksud melatih siswa agar mampu memahami dan mengetahui keanekaragaman jenis makhluk hidup.

Gambar 1. Herbarium Tanaman Rimpang

Tema herbarium kali ini adalah tanaman rimpang (tanaman yang mempunyai akar tinggal). Tanaman rimpang yang begitu beragam dan sulit untuk dibedakan menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi siswa-siswi anggota KIR dalam mencari bahan. Famili dari tanaman yang memiliki akar tinggal ini adalah Zingeberaceae yang tergolong kedalam kelas Monocotyledone.

Herbarium tanaman rimpang yang dibuat kali ini hanya mengambil bagian dari akarnya (rizhomanya) saja. Tanaman yang digunakan pada praktek ini adalah Jahe (Zingiber officinale), Lengkuas (Alpinia galanga), Kunyit (Curcuma domestica), Kencur (Kampferia galanga), Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Temu ireng (Curcuma aeruginosa), Lempuyang (Zingiber aromaticum).

Tanaman rimpang tersebut sangat mudah diperoleh. Kondisi tanah yang subur menjadikan tanaman ini tumbuh subur di kebun-kebun siswa. Oleh karena itu, bahan diperoleh langsung dengan cara mencabut tanaman rimpang dan mengambil rizhomanya. Kemudian, akar tanaman rimpang tersebut dibersihkan dengan air sehingga tidak ada tanah yang menempel dan dikeringkan di bawah sinar matahari langsung agar cepat hilang kadar airnya. Agar steril, terakhir sebelum di kemas dapat dibersihkan dengan alkohol dan dikering anginkan. 

Sambil menunggu kering, label untuk masing-masing herbarium disiapkan. Label terdiri atas nama tumbuhan sebagai judul, kemudian isi dari label diantaranya adalah taksonomi tumbuhan, kegunaan, tahun pembuatan, dan kolektor. Label dapat ditempelkan dekat dengan spesimen. Agar herbarium tidak berjamur, maka berilah silica gel yang dapat diperoleh dari kardus sepatu atau bisa membeli di toko kimia.

Selamat Berkreatifitas Guys...!!!

Senin, 24 Februari 2014

JEJAK SI HEWAN KECIL

Tik.. tik..tik.. bunyi hujan membasahi bumi pertiwi, dan waktu pun terus berdetik. Dan semakin lama hujan juga semakin kencang.. Maklumlah bulan Desember jadwalnya hujan menunaikan tugasnya untuk memberi sumber air kepada manusia. Pada musim hujan, biasanya hewan-hewan kecil harus mengungsi untuk menghindari genangan air yang mengganggu habitatnya. Ya seperti halnya manusia yang juga mengungsi ketika terjadi banjir.

Namun, kali ini saya tidak akan membahas yang namanya manusia. Tapi disini saya akan membahas hewan kecil yang hidupnya berkoloni. dan ketika ada air, dia mulai berbondong-bondong untuk mengungsi. Siapakah dia??? Yaaa, inilah dia semut.
Gambar 1. Koloni Semut berjalan
Desember??? Yeaachh.. 


Bulan libur panjang bagi siswa-siswi pelajar. Dan saat liburan panjang tiba, saudara-saudaraku berkumpul dirumahku...Dan tiba-tiba saja saudaraku memanggil....

“Mbaaakk Daaa...” Teriaknya

“Apaan siihh??” Kataku
“Ini loohh.. Semutnya banyak banget” Terangnya dengan nada jengkel


Gambar 2. Aktivitas semut saat menemukan makanan
Yaa... biasa anak kecil suka lebay dalam suatu hal, termasuk dalam hal semut yang berkeliaran melewati lantai rumahku. 


Yaahh.. siapa yang tidak mengenal hewan bernama “ Semut” atau dalam bahasa inggris Ant. Hidupnya selalu bergerombolan (berkoloni), biasanya berjalan-jalan mencari makan. Perilakunya dapat menjadi salah satu teladan yang wajib di contoh setiap manusia (yaitu bergotong royong). Dalam klasifikasi makhluk hidup, Semut merupakan hewan Filum Arthropoda yang tergolong ke dalam Insecta (serangga) dan termasuk dalam famili Formicidae.
Gambar 3. Sistem kerjasama semut saat membawa makanan
Yeachh.. salah satu hal yang paling disukai semut yaitu gula, yaa siapa sih yang gak tau gula..? Semua orang membutuhkan gula yang berfungsi menjadi energi dalam tubuh manusia. Begitu juga semut memerlukan gula untuk memenuhi energinya. Sehingga dalam masa tertentu, semut berbondong-bondong mengumpulkan gula untuk memenuhi stok makanan ketika musim hujan seperti ini.

Ahaaa, kalo manusia kebanyakan gula bisa menjadi diabetes. Nah, kalo semut bisa diabetes ndak yaaa..?? Nah Looo....!!! hehe :)

Kehidupan seekor semut dimulai dari sebuah telur. Semut tumbuh melalui metamorfosa yang lengkap, yaitu melewati tahap larva dan pupa (dengan pupa yang exarate) sebelum mereka menjadi dewasa. Dan adapun macam-macam semut antar lain : semut api, semut faraoh, semut bau, dll.



Gambar 4. Bagian tubuh semut (sumber : ngember.blogspot.com)


Pada bagian kepala, terdapat sepasang antena yang membantu semut dalam mendeteksi rangsangan kimiawi. Antena semut juga berfungsi untuk berkomunikasi satu sama lain dan mendeteksi feromon yang dikeluarkan oleh semut lain. Selain itu, antena digunakan sebagai alat peraba untuk mendeteksi segala sesuatu yang berada di depannya. Pada bagian depan kepala semut juga terdapat sepasang rahang atau mandibula yang digunakan untuk membawa makanan, memanipulasi objek, membangun sarang, dan untuk pertahanan. Pada beberapa spesies, di bagian dalam mulutnya terdapat semacam kantung kecil untuk menyimpan makanan untuk sementara waktu sebelum dipindahkan ke semut lain atau larvanya.



Haida Setyani (kelas VIII)