amaku Afriliana Nur Azizah, aku duduk dibangku SMP kelas VII,
umurku 12thn, aku lahir pada tanggal 21 April 2001, dan dari situlah aku
diberinala Afril. Aku mempunyai 2 orang kakak, kakak pertama bernama Richo
Aditya Saputra dan kakakku yang kedua bernama Rizhta Indha Chantika yang biasa
aku panggil kak Chanti. Aku sangat dekat dengan keduanya , dirumah ini aku juga
tinggal bersama bundaku, bunda melati namanya. Bunda sangat menyayangiku,
bundaku bekerja menjual kue-kuean, bundaku bekerja sebagai tulang punggung
keluarga, karena ayahku yang telah meninggal sejak aku berumur 2thn, karena kecelakaan
mobil waktu lalu. Aku bersekolah di SMP Mutiara 1 Jakarta Pusat, di sekolah itu
aku mempunyai 4 sahabat mereka bernama Nitya Cahya Kurnia yang biasanya
dipanggi Nia, Yasmin Asy-Syafa yang biasanya dipanggil Yasmin, dan juga Ridho,
dan Hendra. Mereka semua sangat baik mengerti dikala senang ataupun susah. Dari
mereka ber4 aku paling dekat dengan hendra, selain hendra teman sebangkuku ia
juga tetangga jarak 2 rumah denganku, ia jg paling baik dr semua teman-temanku.
------00------
“kring..kring..kring..”
seperti biasa aku berangkat kesekolah bersama teman-temanku , tak seperti
biasanya yang diantar oleh bunda, karna kali ini bunda banyak pesanan kue. Tak
pernah lelah bunda bekejra sebagai tulang punggung keluarga menggantikan ayah,
sungguh aku sangat menyayangi bundaku, aku berjanji pada bunda suatu hari nanti
aku akan membahagiakan bundaku seperti bundaku menyayangiku dan membahagiakanku
sejak kecil. Kembali ke topik, aku berangkat bersama semua sahabat-sahabatku
yang rumah mereka tak begitu jauh dari rumahku. Saat itu Hendra bertanya
kepadaku.
“Afril, apa kamu
udah sarapan?” tanyanya kepadaku.
“udah donk, kamu
sendiri udah belom?” jawabku
“belum, mamaku
belom menyiapkan sarapan untukku pagi ini.” Ujarnya.
“ooh... begitu”
jawabku singkat.
“gimana kalau
kita udah sampai sekolah, kita langsung on
the way ke kantin?” ujarku
“siap bu
bosss...!!” jawab teman-temanku yang agak sedikit mengejekku.
Tak lama kita
semua sampai ke sekolah, tak lupa dengan perkataanku yang aku katakan dijalan
tadi, kita semua langsung bergegas kekantin, seperti biasa dikantin kami semua
hanya bercanda dan bersendaugurau bersama. Tak lama kemudian lonceng sekolah
tanda masuk pun berbunyi, saatnya kita masuk kelas.
“teng..teng..teng..”
lonceng berbunyi tiga kali, tanda masuk kelas
“temen-temen!
Lonceng dah bunyi tuh , kita masuk kelas yuk..” ajakku kepada mereka semua.
“yuukk..!!!”
sahut teman-temanku
Pada pukul 09.30
, lonceng pun berbunyi lagi , itu udah tanda kalau kita harus istirahat pagi ,
yaaah... seperti biasa lahh.. kalo udah istirahat , ya balik lagi ke kantin.
Yah.. ngobrol2 layaknya anak muda gitu deehh...
“teng...Teng...tengg..”
belnya udh bunyi tuuhh.. dengerku udah masuk lagi, setelah ini pelajaran
kesukaan kami , yaitu pelajaran bahasa inggris yang digurui oleh Mr Hudson ,
yang biasa kita panggil Mr H. Setelah pelajaran Mr H, kami semua pulang kerumah
masing-masing. Diperjalanan menuju rumah, aku merasa kayak ada yang ngikutin
aku gitu , tapi siapa yaaa?????. Tak lama ada seseorang yang memanggilku.
“Afriiiilllll.....!!????”
ujar seseorang itu memanggilku.
“iya ? ada yang
bisa aku bantu kak ?” dengan heran aku menanyainya karna aku tak kenal dengan
orang tersebut.
“namamu Afril
kann???” tanya kakak itu .
“kakak ini siapa?
Kok kenal aku ?” tanyaku .
“aku Rony, anak
kelas IXa. Siapa coba yang gak kenal sama anak yang yang termasuk berprestasi
disekolah ini??” jawab kakak itu
“oww...” jawabku
sedikit malu dan penasaran. Karna selama aku bersekolah disini nggak pernah tau
sama yang namanya kak Rony?
“ya sudah..
sampai ketemu besok ya. Byeee..!” jawab kakak itu.
Selama pelajaran
pulang aku berjalan dengan langkah ragu, ragu karena kakak kelasku tadi yang seblumnya
aku belom pernah denger dan kenal dengan nama itu. Hmm... lupakan sajalah,
anggap saja sebuah angin berlalu, itung-itung buat tambah-tambah temen baru gituh..
Tak lama.. aku
sampai dirumah , dengan sapaan yang sangat ceria , seperti biasanya. Menyapa
bunda , dan bunda menyambutku dengan senyuman dan belaian halus darinya.
“Assalamualaikumm...??!!!”
sapaku kepada bunda dengan riang.
“Wa’alaikumsallam..”
jawab bundaku dengan halus.
“Makan siang ,
sholat , lalu tidur siang ya sayaangg...” pesan ibuku saat aku mencium
tangannya.
“iyaa
bundaaa....” saurku .
“tapi bunda, aku ingin membantu bunda..” ujarku
selanjutnya.
“tidak usah sayang… lagi pula, membuat kuienya juga udah
selesai” ujar bundaku.
“baiklah bunda…” jawabku sedikit menyesal.
Setelah itu aku langsung bergegas ke kamar, setelah itu aku
langsung berganti pakaian dan mengambil air wudhu, setelah mengambil air wudhu
aku langsung makan siang, makan siangku kali ini, aku ditemani oleh bundaku,
sambil berbincang-bincang mengenai kegiatan sehari-hariku disekolah. Setelah
makan siang, bundaku menyuruhku untuk beristirahat siang. Sungguh senang diriku
memiliki bunda sepertinya.
Pagi ini , aku dibangunkan oleh bundaku pada pukul
05.30 untuk menjalankan kewajiban umat muslim dipagi hari yaitu, sholat subuh, setelah sholat subuh, aku membantu
bundaku sebentar untuk membuat sarapan, pagi hari ini, ternyata menu sarapan
pagi ini adalah nasi goring, makanan
kesukaanku. Setelah aku membantu bunda membuat sarapan, aku langsung
bergegas untuk bersisap-siap ke sekolah, mandi dan menyiapkan alat-alat
lainnya. Setelah itu aku langsung bersarapan bersama kedua kakakku dan bundaku.
Lagi-lagi pagi ini aku tak diantar sekolah oleh
bundaku, melainkan aku diantar oleh kakakku yang pertama, kak Richo. Selama
1thn aku bersekolah disekolah ini aku diantar kakakku baru satu kali ini aku diantar oleh kakakku. Sesampainya
disekolah seperti biasa, aku langsung gabung bersama teman-temanku dikantin.
Hmmm… tapi aku merasa, mengapa hari ini ada yang aneh ? batinku.
“hey Yasmine! Kemana hendra???” tanyaku kepada Yasmine.
“entahlah..” jawabnya kepadaku dengan nada yang
sedikit acuh.
“kamu tau gak Ni??” tanyaku ke nia.
“apa lagi akkuu?????’’ jawab nia .
Tiba-tiba ada seseorang yang berlari dari arah pintu
masuk kantin. Ternyata bena dugaanku pasti ridho yang datang.
“sepertinya ada yang ingin kamu bicarakan dho??” tanyaku
kepadanya denga sedikit polos.
“i..ituu’’ jawabnya sedikit terennggah-engah.
“adaapa??” tanyaku kepoo.
“Hendra ke..kecelakaan..’’
katanya. “dia kecelakaan tadi pagi sbelum ia berangkat sekolah”
lanjutnya.
“HAAHH!!!!!!” jawab kami serempak.
“iya tadi pagi ia terserempet mobil, sepertinya ada luka
sedikit parah dibagian kepalanya”ujarnya.
“kamu tau dari mana dhoo???” ujar Nia.
“tadi aku bertemu mama papanya dijalan”..
“ow… bagaimana kalau kita nanti menengoknya ??”
ujarku kepda teman-teman.
“SETUJU!!!!” jawab teman-temanku serentakk.
Tak lama bel sekolah pun berbunyi, saatnya aku harus masuk ke kelas, jam
pertama adalah pelajaran yang bener-bener bikin boring . MATEMATIKA, oh my
god sungguh bosan pelajaran ini.
Tapi ngomong-ngomong kenapa perasaanku hari ini aneh ya? Seperti ada yang akan
terjadi kepadaku nanti. Tak lama kemudian pintu kelas berbunyi
“tok..tok..tok..” pintupun dibukakan oleh guruku. Sungguh terkejut, kenapa yang
datang kakakku ??? dalam hatiku bertanya-tanya . sedikit lama kakakku
berbincang-bbincang dengan guruku, persaanku makinnggak karuan. Taklama kakakku
menghampiriku dan mengajakku pergi. Seperti biasa didalam mobil aku disuruh
mendengarkan musik, yah… biasalah kalo dah deger yang namanya music biasanya
aku lagsung tertidur lelap. Setlahsampai ditujuan, sungguh aku terkejut, aku
sampai deadpan rumasakit. Didalam hatiaku bertanya-tanya, da apadisin? Mengapa
suasana menjadi garuh seperti ini?
Batinku. Setelah sampai didepan sebuah bangsal kakakku menatapku dengan penuh
harap, matanya yang cerah berkaca-kaca
itu, seakan ingin mengatakan hal penting kepadaku, suasana seketika terdiam,
sunyi, sepi, seperti tak ada orang satupun disitu. Tiba-tiba kakakku memeluku
dengan erat, sangaaaatt erat,. Sungguh perasaanku makin tiak karuan,
“Afrill…” panggil kakakku
“iya.. adaapa kak?” sahutku dengan sedikit nada yang sudah
pelan.
“sekarang kamu tau kita ada dimana? Kamu tau siapa yang mau
kita tegok didalam sana?” Tanya kakakku dengan sedikit nada yang menghiraukanku
“kamu yang tabah ya..” ujar kakak tiba-tiba kepadaku.
“kakak, memang ini ada apa? Siapa yang didalam bangsal itu
kak? Tanyaku semakin histeris. Dengan nekat aku meninggalkan kakakku lalu aku
masuk kebangsal itu. Sungguh terkejut aku melihatnya aku terdiam, aku membisu,
badanku kaku, airmataku mengalir deras. Deraian air mata yang terus menetes
dipipiku.
Tak lama kemudian, kakakku lari menghampiriku dariluar, ia
berlari lalu memeluk dan mengecupku layaknya seorang ayah yang tak ingin
anaknya menangis, sungguh tak menyangka bundaku terbaring lemas diatas ranjang
itu, bundaku tak memiliki kaki lag untuk
berjalan dengan sempurna, sungguh kasian bunda, air mataku tak mau berhenti
mengalir, dan bundku juga belum saja sadar.
Setelah lama kami menunggu bunda shiuman, akhirnnya kami pun memutuskan untuk pulang. Kakakku
mengantarku pulang sampai rumah, perjalannan yang sunyi da suram, seperti mimpi
rasanya. Setelah sampai rumah aku langsung bergegas untuk sholat ashar karna
sudah hamper pukul 5 aku sampai dirumah. Setelah aku selesai sholat kakakku
kembali kerumasakit untuk menemani bundaku yang terbaring lemas disana, tak
lama kak Chantipun pulang, juga dengan wajah yang suram setelah
mendengar kabar bunda yang tertabrakk mobil setelah pulang dai pasar tadi..
Seemalaman penuh aku ttak bisa tidur, tak ingin makan,
semuanya seperti mimpii.. sungguh tak kusangka semuanya akan terjadi seperti
ini, rasa rinduku semakin membulat. Kesokn harinya kakakku datang menjemputku
untuk berangkat kesekolah. Sesampainya didepan gerbang sekolah aku menitipkan
sepucuk surat kepada kakakku, surat itu aku tulis semalam hanya untuk bunda
tersayang.
SEPUCUK SURAT UNTUK BUNDA :’)
To : bunda
tersayang
Bunda..
Bagaimana kabar bunda
disana? Semoga keadaan bunda semakinn membaik.
Bunda..
Aku rindu bunda..
Hari-hariku terasa sepi
tanpa bunda, tiada perhatian dan kasih sayang rasanya.
Bunda..
Saat aku mulai berfikir
, saat aku ingin membeli sesuatu, saat aku tak bisa, saat aku belum bisa
belajar sendiri, saat aku tak bisa makan, saat aku sakit. Bunda selalu ada dan
temani hari-hariku
Bunda..
Mungkin ini sudah
saatnya aku untuk menepati janji-janjiku kepada bunda, bekerja, belajar, dan
berusaha untuk bunda.
Bunda..
Aku harap bunda tak
menghalangi keinginanku ini yah bunda . aku berjanji esok nanti aku aka datang
kembali dan membawa janji-janjiku untuk bunda..
Bunda..
Aku sayang bunda..
cepat sembuh ya bunda..
SALAM MANISS
Afriiill..
Kini hari telah berganti minggu, minggu telah berganti bulan
,dan hari semakin hari aku makin rindu kepada bunda , semaki bingung aku akan
pergi kemana, suatu sore aku memutuskan untuk pergi dari rumah, aku berjalan
dan terus berjalan. Adzan maghrib pun datang aku berhenti deisebuah musolah
untuk istirahat dan sholat sejenak. Hari semakin malam, semakin gelap, aku
duduk diseramb sebuah masid itu. Tak lama seorang ustadh datang mehampiriku.
“assalamualaikumm..”
“wa’alaikumsalamm..” jawabku
“kamu siapa siapa dek? Orang mana? Mengapa kamu ada disini?
Sepertinya saya jarang melihat adek ada disekitar sini?” Tanya ustad itu
dengann halus..
“aku afril. Aku dari
desa sebelah. Aku akan mencari tempat tinggal disini.” Jawabku dengan agak
sedikit malu.
“mm… bagaimana kalau adek tinggal dirumah bapak saja..” ajak
bapak itu.
“sedikit berfikir , namun aku menerimanya karena waktu yang
semakin malam”
Deraian hujan malam itu menemani langkahku, dinginnn sekali
rasannya dengan rasarindu yang selalu menghantuiku. Sesampainya kau dirumah
itu, aku disambut dengan ramah oles seorang ibu-ibu canttik dan muslimah
seperti sosok bundaku, rasanya makin aku rindu bunda, batinku. Setelah aku dipersilahkan
duduk, aku dibawakan segelas susu oleh seorang wanita itu, dan setelah aku
istiirahat dan minum aku langsung dipersilahkan kekamarku. Disana banyak anak2
seusiakku yang tinggal disana. Setelah selesai beres-beres tak lama
ada seseorang yang mengetok pintu kamarku “tok..tok..tokk..”
“Assalamualaikum?” ujarnya.
“Waalaikumsalam..”
“ada apa?”
tanyaku padanya
“gapapa kok, kamu
anak baru ya dikost ini”
“iya..”
setelah lama kita
berbincang-bincang, membicarakan hal-hal yang dibutuhkan dikost ini, ternyata
sangat banyak kebutuhan yang aku butuhkan , sedangkan aku hanya memiliki
slembar uang 50.000 di dompetku dan 100.000 di kartu ATMku. Sejenak aku
berfikir bagaimana caranya aku memenuhi kebutuhanku. Dalam hati aku berkata
“sungguh susah hidup tanpa bunda, tapi.. apadaya aku harus melakukan ini dengan
sendiri,” aku berfikir dan terus saja berfikir, hingga saat itu aku menemukan
pilihan yang tepat. Aku akan berjualan kue bersama temanku untuk memenuhi
hari-hari dan kebutuhanku, meskipun dengan hasil yang tidak banyak juka dibagi
dua.
Hari esok aku
memulai hari-hariku dengan bersekolah seperti biasanya, tapi dengan adanya perbedaan
yang aku alami hari ini adalah tanpa sapaan dari keluargaku, dan sepulang
sekolah aku harus berjualan kue untuk memenuhi kebutuhanku. Meskipun sangatlah
rumit berjualan dengan umur sepertiku. Aku bekerja untuk membayar kost, dan
sekolahku selama 3thn dan memenuhi janji-janjiku kepada bunda.
3thn
kemudian.
Saat itu aku
sudah mulai menginjak kelas 3SMP , aku masih terus berdagang kue , uang yang ku
dapat setiap saat aku kumpulkan , dan aku sisihkan untuk membelikan sesuatu
untuk bunda nanti. Setelah 1bulan berlalu kini sudah saatnya untukku berhenti
membuat dan berjualan kue, karena kini telah saatnya aku untuk mengerjakan soal
penentu kelulusan (UN). Sepanjang hari aku terus belajar, berdoa, dan puasa.
Semua ini kulakukan demi bundaku. Hingga suatu saat UN akan dilaksanakan,
sungguh sangat sedih hatiku ulangan yang tak mendapat dukungan secara langsung
dari orang tauku. Setelah 4hari aku melaksanakan Ujian Nasional, aku merasa
lega walaupun tetap berdoa dan terus berdoa seperti yang selalu diajarkan
bundaku dulu. Setelah 1bulan aku menunggu pengumuman kini tibalah saatnya
untukku mendengarkan pengumuman tersebut. Dengan hati yang berdebar-debar,
detak jantung yang berdegub semakin kencang, sungguh rasanya seperti
melayang-layang.
Pukul 9 pun telah
tiba, kini saatnya guruku membagikan hasil yang kami jalani selama 3thn ini.
Satu demi satu guruku telah menyampaikan hasil selama kita belajar disini, dan
sekarang tiba saatnya pengumuman kelulusan dan rangking Ujian Nasional yang
selama ini kita tempuh. Guruku membacakan hasil yang telah digenggamnya sejak
tadi . “Urutan pertama, Ujian Nasional SMPN Mutiara 1 adalah.. Afriliana Nur Azizah,
dengan nem 38,35” sungguh terkejut hatiku medengar ucapan tersebut, seperti
mimpi rasanya. Sungguh aku bertrimakansih kepadamu yaAllah aku telah kau
berikan kesuksesan untuku , saat itu pelukan teman-temanku menghampiriku
memberikan ucapan selamat kepadaku, dan ada seorang lelaki dewasa yang
mendatangiku, tak salah itu adalah kak rony yang telah lama aku tak bertemu
dengannya, ia dantang dengan senyum manisnya dan iya mengatakuan “selamat ya
Afril, kamu bisa menempuh UN secara maksimal dan mendapat hsil yang memuaskan”
ujarnya kepadaku dan hanya senyuman yang dapat menjawab semua itu. Namun.. ada
yang kurang disini, tak ada kecupan manis dari seorang bunda.
Dan saat itu aku
pulang ke kost diantarkan oleh kak Rony. Dan ore itu aku berkemas-kema dan akan
pergi ke toko kursi roda bersama kak Rony, dan saat itu aku akan menepati
janjiku kepada bunda, setelah sampai disana, kucari-cari, ku lihat-lihat harga
yang sesuai dengan uangku dan dengan kualitas yang terjamin, saat itu sangat
bahagia hatiku, karna aku telah bisa memenuhi semua janjiku untuk bunda.
Setelah aku mendapatkan kursi roda yang aku inginkan aku pulang dan aku
mengucapkan selamat jalan dan terimakasih kepada kak Rony. Setelah aku sampai
di kost aku mengemasi semua bajuku dan barang-barangku untuk kembali kerumah esok
pagi yang telah lama aku meninggalkannya.
Pagi itu, aku
berpamitan kepana ibu dan bapak kost yang selama inu telah memberiku tempat
tinggal, berpamitan dengan sahabat-sahabatku untuk kembali kerumah. Setelah aku
menaiki taxi tak kusanga aku telah sampai didepan rumah. Stapamku myenyambutku
dengan senyum yang lebar, sesampainya didepan pintu menetes lah air mataku
dengan membawa kursi roda dan barang bawaanku. Ku ketuk rumah itu, dan tak lama
kemudian sesosok wanita manis membukakan pintu untukku. Ternyata orang yang
membukakan pintu untukku itu adalah kak Chanty, ku lepaskan semua barangku dan
ku peluk dia, sungguh sangat rindu aku padanya. Setelah aku melepas rindu
bersama kakakku, aku diantar menuju kamar bunda, bunda hanya berbaring dan tak
bisa apa-apa, aku ketuk pint kamar itu lalu kubuka pintu itu, jatuhlah air
mataku begitu deras. Ku peluk bundaku, ku sujud dikakinya dan dikecupnya
kepalaku oleh dirinya, sungguh rindu aku padanya, sangggatt... rindu. Tak lama
kak Richo datang menghampiriku dari belakang dan memeluku, semua keluargaku
berpelukan, melepas kerinduan yang telah lama kami tinggalkan.
Sejenak saat suasana
sedikit tenang aku turun kebawah, dan bundaku bertanya.
“mau kemana Afril?”
tanya bundaku dengan nadanya yang lembut.
“mau kebawah
sebentar bun..” menuju kebawah akan ku ambil kursi roda dan hasil UNku.
(didepan pintu
aku berkata)
“Bundaaa...” panggilku.
Semua keluargaku
menengok ke arahku, dengan wajah yang sangat bingung. Aku datang membawa kursi
roda dan hasil Unku untuk bunda.
“bunda... ini ku
berikan kursi roda untuk bunda, semoga kursi ini akan bermanfaat untuk bunda,
dan. Kakak bunda.. ini hasil UNku yang telah aku tempuh selama 2bulan lalu, aku
mendapatkan nim 38,35”
“alhamdulillah..”
ujar keluargaku secara bersamaan. Air mata bundaku menetes begitu deras dengan
tatapan ia sangat bangga padaku.
Setelah itu aku
berkata.
“bunda.. semua
inu ku lakukan untuk bunda, untuk memenuhi janjiku pada bunda, bunda.. kini aku
datang telah membawa semua janjiku yang kuucap beberapa tahun lalu untuk bunda”
“terimakasih
Afril.. bunda bangga sama Afril”
Semua keluargaku
berkumpul dan tertawa melepas rindu bersama, dan akhirnya aku pun senang dan
bahagia aku bisa kembali kerumah ini bersama bunda dan kedua kakakku..
~JANJIKU
UNTUK BUNDA~
~TAMAT~
Penulis : Arvina Puspitaningrum kelas VIII