|
K
|
upandangi sesosok wanita tua, yang
sedang duduk merenung. Ia sedang merenungkan hidupnya saat ini bersama anaknya.
Sedangkan anaknya yang bernama Astrid tidak tau keadaan ibunya setelah
ditinggal orang yang telah menghidupi yaitu Ayahnya Astrid yang sudah mennggal
beberapa bulan lalu. Dan sejak itulah Astrid menjadi anak yang bandel karena
biasanya Ayahnya sering memanjakannya dan sekarang sudah tidak.
Dan
sekarang tinggallah ibunya seorang yang menemaninya tetapi terkadang Astrid
tidak menyadarinya kalau ibunya suka memperhatikannya, sehingga dengan kelakuan
terbiasa dimanja itu Astrid sering menyuruh-nyuruh, membentak-bentak ibunya,
menolah suruhan ibunya dan lain-lain.
Pagi
itu Astrid sengaja bangun siang karena hari minggu. Astrid pun tidur sampai
siang. Lalu ibunya membangunkannya.
“Nak
bangun dulu nak !!!. hari sudah siang.” (ucap ibu)
“Aah
entar aja lagian juga hari Minggu.” Astrid pun menolak dan ibunya masih
berusaha membujuk.
“Ayolah
nak bangun dulu.”
Dan akhirnya Astrid pun mau bangun
juga. Lalu Ibunya kembali lagi ke dapur. Dari dapur terdengar suara Ibunyan
memanggil-manggil Astrid.
“Nak
sini tolong bantu Ibu ?”(pinta si Ibu)
“Bantu
apa lagi sih Bu, capeeeekkk.”
“Itu
cuciin piring, kerjaan Ibu masih banyak nak, kamu itu sesekali bantu Ibu
nak.”(pinta Ibunya)
“Usss...,
gak mauuuuu cuapeeeeekkkkkk.”
Astrid
berpikir: “kalau bantu Ibu pasti capek, mending aku main aja lah.”
Lalu Astrid pun pergi tanpa pamit sama
Ibunya.
“Astrid..Astrid.”
Suara Ibunya dari rumah yang sedang mencari-cari dan memanggil-manggil anaknya
sampai berulang kali. Seiring dengan mencari anknya Ibunya pun sambil memesak,
sewaktu Ibu didapur Astrid diam-diammasuk rumah tanpa mengucapkan salam dan
suara apapun. Dari tadi pagi Astrid belum sampai sekarang , perut Astrid mulai
bunyi.
“Krucuk...Krucuk...Krucuk..
aduh perutku bunyi nih... lapeerrrr!!!.” Ia langsung menuju ke ruang makan,
lalu memebuka tudung saji. Ternyata didalamnya tidak ad apa-apa, kosong. Lalu
dari ruang makan tersebut Astrid teriak-teriak memanggil Ibunya.
“Ibu...Ibu..Ibu..
kenapa Ibu gak masak?”(tanya Astrid)
“Iya
ini Ibu lagi masak.”
“Aduh
gimana sih tau anaknya lagi lapar bangeet gak sih?.”(gumamnya)
“Ibu
cepet laper bangettt nih.” (teriaknya lagi)
beberapa menit kemudian ibunya pun
belum membawa masakannya. Astrid pun jengkel pada ibunya lalu tudung saji itu
dibantingi olehnya klenten-klenteng-klenteng.
“Bu,
cepettt . . . ??? teriaknya lagi
Berganti
hari dia berangkat sekolah, sebelum ia pamit pada ibunya ia meminta uang saku
dulu.
“Bu
uang saku.” (pinta Astrid)
“Aduh,
nak ibu belum punya uang.” (jawab ibu)
“Kapan
sih ibu punya uang tu.” (sambil membentak-bentak ibunya). Astrid pun langsung berangkat sekolah tanpa
berpamitan pada ibunya. Disekolah ia hanya main-main saja. Saat pelajaran Agama
Islam dia menghadapi guru yang menurutnya galak super duper galak yaitu Bu
Ratna, Bu Ratna tinggal bertetangga sama Astrid. Saat pelajaran Agama Islam itu
Astrid tidak memperhatikan pelajaran, lalu Bu Ratna menyuruhnya untuk diam dan
memperhatikan dan Astrid di ancam sama Bu ratna apabila dia tidak memperhatikan
maka akan di strap di lapangan yang panas dengan terik matahari.
Waktu
itu guru menerangkan soal yang bersangkutan dengan orang tua. Disitu ibulah
yang menjadi topiknya karena disuruh guru, Astrid jadi nurut dan Astrid pun
mendengarkan dengan sangat memperhatikan dan dia pun bisa merenungkannya. Yang
ada dipikirannya itu ibu yang telah melahirkan, mengandung, menyusui, memberi
makan dan kasih sayang seorang ibu, dan tak seperti biasanya Astrid menangis gara-gara mengingat
ibunya.
Ting-ting-ting
bel berbunyi tanda jam pelajaran selesai. Astrid bergegas pulang dan dia segera
ingin menemui ibunya. Dia teriak-teriak memanggil ibunya.
“Ibu-ibu-ibu.”
(teriak Astrid)
“Iya
nak ibu didapur.” (jawab ibu)
Ibu berpikir keheranan, tak seperti
biasanya anakku seperti ini, “ada apa ya?” (gumamnya).
Lalu
Astrid langsung lari menuju dapur untuk menemui ibunya, Didapur terlihat ibu
sedang duduk di bangku, lalu Astrid langsung duduk disebelah ibunya dan
langsung memeluk ibunya, dia menangis dipelukan hangat ibunya dan dia berkata”
maafkan aku ibu yang selama ini telah durhaka padamu, kini aku telah sadar atas
kesalahanku selama ini, engkaulah yang telah mangandung, melahirkan, menyusui
dan engkau tumpahkan kasih sayangmu itu.'
“ya
ibu telah memaafkanmu, alhamdulillah engkau telah menyadari itu semua nak.”
Setelah
beberapa hari kemudian, ibu Astrid mengalami sakit, sehingga Astrid pun
kebingungan, karena tidak bisa membawa ibunya ke rumah sakit karena tidak punya
biaya untuk membayar administrasi pembayaran.
Beberapa
hari kemudian, Ibu Astrid tak kunjung sembuh, akan tetapi sakitnya menjadi
parah. Pada waktu itu, Astrid mengambil minum untuk ibunya didapur. Ternyata
ibunya yang berada dikamar batuk berdarah, Astrid tidak tahu, sewaktu Astrid
kembali dari dapur, ibunya pun sudah tiada. Dan Astrid pun meneteskan air mata,
dan gelas yang ada di tangannya pun jatuh pecah.
Ternyata
ibu yang selama ini telah dia sakiti hatinya, dan yang telah melimpahkan kasih
sayang sepenuhnya pada dirinya, kini telah meninggalkannya untuk
selama-lamanya.
Astrid pun berkata dali lubuk hati
yang paling dalam :
Oh Tuhan mengapa engkau panggil
orang yang paling aku sayang
Maafkan aku ibu karena ku tak bisa
membalas semua jasamu
Maafkan bila masa kecilku selalu
mengganggu lelap tidurmu
Ya Tuhan tempatkan dia dalam surgamu
dan disisi-Mu
Kan ku kirim doa apa yang ku bisa
agar dia terlelap dalam tidurnya.
Penulis : Nur Afriani Fatimah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar