Ketersediaan oksigen dari alam merupakan sumber kehidupan yang sangat penting. Dari manakah oksigen itu diperoleh? Oksigen sebenarnya adalah gas buang yang dikeluarkan sebagai hasil samping dari proses fotosintesis. Sedangkan pelaku fotosintesis terbesar adalah tumbuh-tumbuhan. Sehingga, dalam parodi kehidupan ini, tumbuh-tumbuhan memiliki peranan penting terhadap kelestarian alam (terutamanya adalah kelestarian terhadap manusia, hewan, dan juga organisme-organisme yang lain). Mengingat hal ini, maka tumbuh-tumbuhan menjadi penyumbang oksigen terbesar di bumi ini. Namun, sayangnya tumbuh-tumbuhan bukan sahabat baik manusia.
Lalu, siapa sahabat manusia saat ini? Ya, sahabat manusia saat ini adalah teknologi dan industri. Keduanya menjadi tipu daya bagi para penghuni bumi. Manusia sebagai penghuni alam ini lalai terhadap kelestarian alam yang selama ini menjadi tempat tinggal (habitat) yang sangat nyaman. Bahkan tidak henti-hentinya, pohon-pohon ditebangi tanpa ditumbuhkan kembali. Kendaraan bermotor terus memenuhi jalan dengan mengeluarkan kentut berbau gas karbon monoksida dan menjadi racun bagi manusia. Pabrik-pabrik industri yang terus-menerus mengepulkan asapnya demi kebutuhan manusia. Dan inilah yang menjadi sahabat baik manusia saat ini.
Berdasarkan kedua pokok permasalahan diatas, maka muncul setan-setan penggoda manusia berupa sifat tamak. Sifat inilah yang menyebabkan akhlak manusia menjadi tercela. Manusia melupakan peran tumbuh-tumbuhan sebagai pemasok oksigen di alam ini. Keinginan untuk menjadi kaya, untuk menjadi penguasa menjadikan teknologi dan industri sebagai raja. Oleh karena itu, pabrik-parik banyak didirikan, sedangkan sawah-sawah, ladang-ladang, bahkan hutan-hutan mulai diratakan. Kemudian berdiri kokoh beribu-ribu bangunan dengan cerobong asap penuh keyakinan. Astaghfirullahaladzim... Jika terus dibiarkan, maka manusia merupakan faktor utama yang menyebabkan bumi ini menjadi miskin oksigen dan penuh dengan karbondioksida. Minimnya tumbuh-tumbuhan yang melekat pada lapisan bumi menjadikan ketersediaan oksigen menjadi kritis.
Pengenalan pendidikan lingkungan hidup di lingkungan madrasah merupakan salah satu jalan paling dekat dan paling mudah untuk meningkatkan rasa cinta terhadap alam ini. Pembekalan pendidikan lingkungan yang didasari dengan penerapan akhlak-akhlak yang baik merupakan kombinasi yang menarik sebagai bekal masa mendatang. Oleh karena itu, adanya generasi yang mampu menjadi sahabat bagi kelestarian alam merupakan sebuah kebutuhan pokok dan perlu ditingkatkan keberadaannya agar tidak ikut punah.
Sahabat Alam
mentari terik memberi bayangan
sudah setinggi badan kami rupanya
Tuhan, inikah alam yang kau ciptakan?
ooh alam
kami bawa sepucuk asa itu bersama mereka
beriring kuat dengan cita-cita
agar kau hijau selamanya
alam, hijau ini untuk siapa?
akankah kau gersang sebelum kami terkubur dalam bumi mu
ataukah esok hari hanya tersisa seekor belalang untuk anak-anak kami
Tuhan, inilah sahabat alam
untuk alam titipan mu mereka kan berjuang
Lestarikan masyarakatnya, lestarilah bumi kita bersama



